Penampakan UFO (percaya atau tidak)?

8 06 2011

Baru-baru ini tersiar kabar, terjadi penampakan UFO di Denpasar Bali tanggal 4 Juni 2011. Bentuk formasi yang dibuat oleh sejumlah UFO itu berbentuk seperti layang-layang.  Seperti inilah penampakannya ..

Jujur, sampai sekarang saya masih tidak percaya adanya UFO. Menurut saya itu hanyalah rekayasa pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan dimana UFO itu menampakkan diri. Bagaimana menurut Anda?

Nah ini, saya menemukan artikel dari UFOSIANA tentang jenis-jenis UFO yang kemungkinan itu adalah pesawat buatan. (cat: saya hanya copy-paste, untuk lebih jelasnya silakan menuju blog aslinya).

Klasifikasi UFO

Ada beragam jenis UFO yang teramati dalam aneka fenomena penampakan UFO. Dari sekian banyaknya kasus penampakan, maka walaupun semuanya memiliki karakteristik yang mencengangkan, namun ternyata ada beberapa karakteristik perilaku yang khas dan unik yang kelihatannya bisa dijadikan dasar hipotesa untuk pengelompokan, sekaligus menunjukkan fungsi dan tugas dari masing-masing jenis UFO tersebut:

  1. Probe
    UFO jenis ini biasanya berukuran kecil dan berbentuk bulat; garis tengah mulai belasan cm hingga dibawah 1 m, biasanya diketahui mengiringi penerbangan benda-benda terbang buatan manusia, mulai dari pesawat komersil, pesawat tempur, hingga peluru kendali dan roket. Dalam kemunculannya, UFO jenis ini biasanya mengikuti secara lekat obyek dampingannya selama beberapa waktu, dan kemudian melesat terbang menjauh hilang dari pandangan. Contoh yang paling terkenal adalah fenomena “Foo Fighters” pada era Perang Dunia II. Tugas utama Probe diduga adalah penginderaan untuk pengumpulan data teknis, karena itulah mereka seringkali teramati muncul mengiringi benda-benda hasil teknologi canggih.
  2. Drone
    UFO jenis ini biasanya memiliki ukuran lebih besar daripada Probe, hingga ke ukuran yang memungkinkan adanya pilot atau penumpang; namun demikian sebenarnya mereka adalah pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh. UFO jenis ini biasanya memiliki bentuk yang sederhana, geometris, atau tidak jelas karena jenis pencahayaan iluminasi yang mereka miliki; pesawat yang memancarkan cahaya, bukan pesawat yang memiliki lampu. Salahsatu keistimewaan UFO jenis ini adalah mereka dapat berubah bentuk (morphing), dan membelah diri. Tugas dari Drone diduga adalah pengamatan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, atau data yang dicari adalah dari jenis yang lebih kompleks, terhadap beragam obyek di suatu lokasi misalnya. Drone seringkali teramati muncul mengamati instalasi sipil maupun militer yang dianggap penting dan memiliki keterkaitan dengan teknologi tinggi, misalnya bandara udara, kilang minyak, pembangkit listrik, hingga ke silo rudal, dan instalasi nuklir.
  3. Scout
    Ufo jenis ini biasanya memiliki ukuran sedang, lebih besar dari drone, dan bisa ditumpangi oleh beberapa penumpang; masih memiliki bentuk yang geometris namun dengan komponen dan detail yang lebih kompleks dan mengindikasikan adanya kokpit atau ruangan berpenumpang. UFO jenis ini pula biasanya memiliki kemampuan cloaking: visual dan radar, namun kemampuan ini bukanlah fitur default karena banyak UFO jenis ini awalnya terdeteksi radar atau visual, dan baru menghilang dari deteksi setelah beberapa waktu, atau setelah dikejar. Kala menghilang, banyak saksi melaporkan UFO yang “lenyap” didepan mata mereka, baik sekejap mata maupun yang dalam tahapan gradasi. Karena karakteristik cloaking hanya sekedar menyamarkan, maka UFO jenis ini masih rentan terhadap faktor fisik, baik buatan manusia (senjata), maupun alamiah (badai, petir). Karena berpenumpang maka UFO jenis ini tidak bisa membelah diri atau melakukan morphing secara radikal. Scout biasanya dikirimkan untuk tugas pemantauan non-teknis, intel, atau yang membutuhkan interaksi terhadap mahluk hidup, termasuk manusia. Scout adalah jenis yang paling sering jatuh, dan seringkali terlihat setelah penampakan Ufonaut di suatu daerah.
  4. Tactical Ship
    UFO jenis ini memiliki ukuran yang besar, dengan garis tengah atau panjang yang bisa mencapai 30m. Bentuk yang lazim dijumpai adalah piringan (disc), cerutu (cigar), dan segitiga (triangle). UFO jenis ini memiliki penumpang dalam jumlah banyak, dan biasanya tidak terlibat langsung dalam suatu aktivitas tertentu, selain mengamati dari jarak dekat obyek penelitiannya. Tactical ship diperkirakan memiliki fungsi sebagai koordinator dari armada UFO yang lebih kecil. UFO jenis ini seringkali dikabarkan mengejutkan pesawat terbang komersil dengan kemunculannya yang tiba-tiba; dengan kecepatan yang luar biasa melesat seakan hendak menabrakkan diri, namun kemudian berhenti hanya beberapa meter saja dari pesawat tersebut dan mengiringinya untuk beberapa waktu; sebelum akhirnya melesat meninggalkan pesawat dan menghilang dari pandangan. Pesawat jenis ini terdeteksi bisa memiliki kecepatan hingga sekitar Mach 90 di dalam atmosfer Bumi.
  5. Frigate
    UFO berukuran sangat besar, beberapa dilaporkan memiliki garis tengah hingga 100an meter. Paling sering teramati secara tidak sengaja dalam kondisi mereka paling lemah; saat memasuki atau keluar dari badan air. UFO jenis ini relatif jarang teramati, dan jikapun iya maka biasanya hanya dalam waktu singkat. Diperkirakan tidak terlibat dalam kegiatan langsung penelitian atau pengumpulan data, tapi lebih kepada sarana transportasi jarak jauh untuk jumlah penumpang sangat banyak.
  6. Capital Ship
    UFO berukuran raksasa, sangat jarang teramati kecuali dalam beberapa kasus langka. Diantaranya, dalam laporan rahasia Uni Sovyet yang memuat gambar terakhir yang dikirim satelitnya di Mars, sebelum satelit tersebut dinyatakan hilang; atau yang diperkirakan teramati sedang mengorbit Saturnus diantara bongkahan es di cincinnya, seperti diulas dalam buku “Ring Makers of Saturn”. Perkiraan panjang atau garis tengah ada di kisaran seribuan meter. Fungsi diperkirakan sebagai basis operasi, atau koordinasi aksi untuk sebuah planet obyek sasaran. Atau untuk fungsi keamanan.
  7. Galactic Ship
    UFO berukuran planetary, diperkirakan berulangkali teramati oleh teropong pengamat Matahari: SOHO, sebagai obyek misterius yang melintasi Matahari. Hasil perhitungan terhadap jejak citra di gambar menghasilkan perkiraan UFO jenis ini memiliki ukuran sebesar planet.

Jika telah disempurnakan, klasifikasi ini akan membantu untuk mendeteksi jenis kegiatan UFO apakah yang sedang berlangsung di suatu lokasi, dan seberapa jauhnya penetrasi UFO di daerah tersebut. Misalnya konsentrasi penampakan UFO kelas Frigate di suatu daerah, bisa jadi menunjukkan adanya pangkalan UFO di daerah tersebut, seperti yang didugakan banyak pengamat mengenai Area-51. Jika terjadi konsentrasi kemunculan UFO jenis Probe atau Drone, maka berarti ada obyek penting di daerah tersebut; baik hasil teknologi tinggi, maupun berupa sumber daya alam kritis semisal Uranium, atau anomali alam. Scout, berarti ada obyek penelitian organik, atau bisa jadi berarti ada contactee di daerah sekitar situ.

Adapun halnya UFO yang sering teramati di Indonesia, rata-rata tergolong kelas Scout dan Drone; indikasi bahwa Indonesia cenderung memiliki banyak human interest dan kekayaan biologis? (bay)

Sumber : http://ufosiana.blogspot.com/2010/01/klasifikasi-ufo.html#ixzz1Of6MG1ow

Sebagai penutup, rasanya ada benarnya keberadaan UFO itu karena rekayasa pihak-pihak tertentu. Akhirnya saya serahkan kepada Anda semua apakah Anda percaya atau tidak.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: