Harga setelah diskon 50% Di Toko Besar sama dengan harga tanpa diskon di Toko Kecil

2 11 2009

diskonIni salah satu pengalaman saya dan istri berbelanja di toko besar nan  terkenal dengan toko kecil yang tidak terlalu dikenal. Saat itu saya dan istri berbelanja di toko besar nan terkenal yang lagi kasih diskon besar-besaran. Sapa sih yang tidak suka dengan diskon? Saya lihat di beberapa tempat informasi-informasi tentang diskon sampe 60% ada. Tertarik melihat karpet halus saya tertarik untuk membelinya. Beberapa alasan mengapa saya ingin membeli karpet itu adalah karena saya lagi butuh karpet dan tentunya harganya telah dipotong dengan diskon. OK, saya lihat di kertas harganya, tertulis nilai 1 juta sekian dicoret dan di bawahnya tercantum harga setekah diskon menjadi 4oorb sekian. Wow, murah sekali, pikir saya saat itu. Tapi saya pikir-pikir lagi mengenai prioritas kebutuhan saya. Akhirnya dengan sedikit hati yang terganjal, saya tidak jadi membeli karpet itu. Sayang sekali.

Keesok harinya, saya dan istri jalan ke mall lain dan kebetulan ada toko kecil yang menjual karpet halus. Iseng-iseng lihat harga karpet. Ah, ada karpet halus yang saya cari  sama seperti yang saya lihat di toko besar nan terkenal kemaren. Bahan dan kualitasnya memang sama. JDENGGG..  LHO, harganya kok sama dengan yang di toko besar nan terkenal itu. Bedanya kalau di toko kecil ini tanpa diskon alias bener-bener harga aslinya. Dibandingkan dengan harga karpet di toko besar nan terkenal yang dipotong diskon 50%  dengan kualitas dan bahan yang sama, OH bener-benar tidak ada bedanya. Untung saya tidak jadi beli di toko besar nan terkenal itu kemaren. Yah, walaupun harga sebenarnya  tidak ada potongan tapi kalau diakalin kaya gini, nyesek banget kali, perasaan sebagai konsumen dibohongi seperti ini. OK lah, mungkin ini sebagai strategi pemasaran, saya pribadinya tidak bisa menerimanya.

Baru saya tahu, bahwa kebanyakan harga-harga dengan diskon itu ternyata harganya tidak ada perubahan. Hanya saja harganya dinaikkan kemudian dipotong dengan harga diskon menjadi harga aslinya. Dari segi konsumen mungkin terlihat harganya lebih murah karena ada diskon, tetapi dari segi produsen emang ga ada potongan. Jadi tetep untung kan. Kesimpulannya, harga dengan diskon itu hanya akal-akalan saja biar orang tertarik untuk membeli. Dari segi produsen bisa saja menyebut sebagai strategi. Namun dari segi konsumen artinya lain.

Satu pelajaran hidup yang bisa saya petik, “Jangan lihat sesuatu dari besarnya ia atau terkenalnya ia karena belum tentu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain”. Ah, saya jadi teringat infotainment tentang artis-artis yang memiliki nama besar dan terkenal.


Aksi

Information

2 responses

5 11 2009
Gandi Wibowo

Ya begitulah market… makanya jangan nafsu ma diskon.

9 11 2009
pyoon

waspadalah… waspadalah..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: