Benci Rokok

22 06 2009

Rokok bener-bener menyusahkan orang aja. Makin lama makin benci saja sama rokok. Mungkin bagi orang yang merokok it’s fine, hak asasi manusia yang tidak boleh diganggu. Tapi lihat juga dong keadaan sekitar ada orang yang terganggu apa enggak. Kalau enggak ada yang terganggu silakan saja merokok sesuka hati dengan gaya apa aja, no problem. Tapi kalau ada yang terganggu ya hormati juga hak orang lain. Setidaknya pindah ke tempat yang enggak mengganggu orang atau berhenti merokok sementara. Buat saya tidak masalah siapa saja yang merokok, saya juga kadang merokok kalau melewati batas ke-stress-an. Yang penting hormati orang lain.

Rokok dan Hamil

Mengapa saya jadi benci rokok? Ini berhubungan dengan istri saya yang sedang hamil. Istri saya sering mengeluh karena di sekitarnya ada orang yang merokok baik di tempat kerja maupun di tempat lain. Walaupun orang yang merokok itu sudah tahu bahwa istri saya hamil, tetap saja dilanjutin aktivitas penghisapan asap itu. Mau ga mau istri saya yang mengalah pergi ke ruangan lain. Saya yang dengar cerita itu cuma bisa mengelus dada, Huffff…. Padahal secara medis asap rokok itu berbahaya bagi ibu hamil dan bayinya.

PENGARUH ROKOK PADA IBU HAMIL DAN BAYI

Asap rokok itu sangat berbahaya baik bagi perkembangan bayi yang sedang dikandung maupun bayi yang sudah lahir. Lihat saja catatan kedokteran :

Bahaya asap rokok pasif pada ibu hamil dan janin yang dikandung

  • Keguguran janin
  • Tumbesaran janin terencat – 30% lebih tinggi
  • Kematian janin dalam kandungan
  • Pendarahan dari uri (abruption placenta)
  • Kurang berat badan – 20 hingga 30%

Bahaya asap rokok pasif pada bayi

  • Masalah dan penyakit pernafasan
  • Perkembangan kecerdasan otot terjejas
  • Jangkitan telinga
  • Leukeamia
  • Kanser otak 22%
  • Lelah – meningkat simptom lelah
  • Sindrom kematian secara mengejut

Itu baru bahaya asap rokok pasif apalagi asap rokok aktif, silakan dipikirkan sendiri.

‘KEKERASAN ROKOK’

Sebab lain saya benci rokok karena saya jadi korban ‘kekerasan rokok’. Kok ‘kekerasan rokok’? Ya. Karena asap rokok yang masih menyimpan api itu bisa mencelakakan orang. Saya sendiri pernah menjadi korban, lebih tepatnya korban kesundut rokok atau kena abu rokok yang masih panas. paru rokok

Kejadian ‘kekerasan rokok’ yang sering saya alami adalah di jalan raya. Saya pengguna kendaraan bermotor roda dua. Setiap saya melewati jalan raya yang ramai, PASTI ada orang yang merokok di atas kendaraannya. Orang-orang itu  antara lain  para sopir khususnya sopir angkot dan truk atau pick up dan yang paling saya benci pengendara motor sendiri yang merokok.

Sopir roda empat yang saya sebut di atas, seringkali mengeluarkan tangannya yang memegang rokok ke luar kadang juga menempel di pintu mobilnya. Nah abu rokok yang berterbangan karena angin itu yang membahayakan pengendara lain (sekali lagi saya juga korbannya). Coba bayangkan apabila ada pengendara motor bandel yang tidak memakai helm lalu abu rokok yang panas itu kena matanya.  Kondisi lain misalkan ada anak kecil yang dibonceng orang tuanya (nah ini biasanya tidak dipakein helm) juga kena. Saya yang menjadi korban sering kena abu rokok panas itu di tangan atau kaki yang tidak terlindungi oleh pakaian. Untungnya saya suka memakai helm jadi peluang terkena abu rokok panas itu di wajah tidak terjadi.

Satu lagi pengendara motor yang sok gaya, enggak pakai helm, knalpot berisik, ngebut, merokok lagi. Abu rokok panasnya sering kali mengenai saya. Kurang ajar benar dia. Saking kesalnya saya kadang mendoakan yang tidak-tidak, andai dia jatuh tidak saya tolong (astagfirullahal’adhim). Tidak hanya pengendara motor sok gaya itu, ada juga yang pengendara baik, pakai helm iya, kanlpot smooth, tetapi tetap saja sambil merokok. Trus buang rokok sambil melaju. Apa-apaan nih orang.  Apa tidak sadar, rokok itu membahayakan. Coba para oknum ‘kekerasan rokok’ berpikir seandainya dia berada di posisi saya atau si posisi korban ‘kekerasan roko’.

Rokok itu mengasyikkan bagi yang menikmatinya. Tapi rokok juga membahayakan bagi yang terganggu olehnya. Maka dari itu, yang sopan lah kalau merokok. Kan enak suasananya.


Aksi

Information

One response

22 06 2009
Gandi Wibowo

Makanya yon, Gw lebih setuju ada pembatasan ruang merokok.. Kalo aja tuh Perda Diterapin, Gw jamin tulisan lu ini gak muncul😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: