Anak katak dan hujan

9 07 2009

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap.

“Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?”
ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya.
Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

“Anakku,” ucap sang induk kemudian.
“Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai.
Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang.
Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan.
Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin.
Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil.
“Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu? ” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

“Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan.
“Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menenangkan.
Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

“Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar.
Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan.
Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa.
Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar.
“Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya sambil terus memejamkan mata.

“Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai.
“Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah.
Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,”
ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya.
Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam,
angin yang meliuk-liukkan dahan,
dan sambaran petir yang begitu menyilaukan.
Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!”

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan.
Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu.
Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan.
Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan.

Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

– Anonymous -





Sekelumit Cerita di Pilpres 2009

9 07 2009

tinta pemiluAkhirnya penyontrengan di pilpres 2009 telah selesai. Tinggal kita tunggu hasilnya. Walaupun dari Quick Count sudah dipastikan siapa pemenangnya. Gimana perasaan Anda semua setelah menyontreng? Bagi saya, pilihan capres yang saya pilih adalah yang saya anggap dapat menyelesaikan permasalahan bangsa ini. Dan ketika hasil pilpres telah diumumkan sehingga siapapun yang terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, harapan besar sudah saya serahkan ke pundak Bapak/Ibu Presiden serta Bapak Wakil Presiden.Siapapun yang memenangkan pilpres ini saya ucapkan selamat. Semoga itu adalah pilihan rakyat yang menjunjung LUBER (langsung, umum, bebas, rahasia) dan tentunya jujur dan adil pelaksanaanya.

Menengok ke pelaksanaan pilpres 2009. Memang masih ada permasalahan yang belum terselesaikan khususnya masalah DPT. Seperti kehabisan logistik atau logistik belum datang ketika pelaksanaan pipres, Pemilih yang memasukkan 4 (empat) kartu suara (di Papua), kehabisan kartu suara padahal masih ada pemilih yang belum mencontreng, dan nama pemilih ganda. Yang terakhir ini, benar-benar saya alami sendiri.

Saya memiliki nama ganda di Daftar Pemilih Tetap (DPT).  Saya kira kejadian ini tidak akan ada di tempat saya. Eh, ternyata benar adanya.  Ketika saya mengambil kartu suara, nama saya di DPT yang dipegang petugas di tandai dengan stabilo (warna oranye) yang berarti nama tersebut sudah digunakan hak suaranya. Saya perhatikan kembali, nama saya yang satu lagi di urutan bawahnya  tidak ditandai yang berarti nama tersebut belum dipakai hak suaranya. Apa saya yang tidak melihat nama saya yang lainnya ditandai ya. Whatever lah, yang penting saya sudah menggunakan hak saya memilih Capres/Cawapres pilihan saya. Kejadian ini membuat saya kurang menikmati pilpres 2009 walaupun nantinya pilihan saya yang akan menang. Rasanya seperti ada yang mengganjal begitulah. Dan kejadian ini berulang seperti waktu pemilihan calon legislatif sebelumnya.  Manyun deh jadinya….





Jakarta Photo Manipulation Competition

6 07 2009

Dear rekan-rekan kreatif se-Indonesia,

Dalam rangka memperingati ULTAH Jakarta yang ke-482, www.kayakarya.com – Direktori Jasa Kreatif Indonesia – menyelenggarakan “Jakarta Photo Manipulation Competition”

Periode Lomba : 25 Juni – 25 Juli 2009
Pengumuman Pemenang : 31 Juli 2009

hadiah

1 orang Pemenang Pertama akan mendapat:

  • 1 Pcs Nokia 1209
  • Premium Membership kayakarya.com selama 1 tahun – “Free Featured” di halaman home.
  • 1 Malam menginap di Apartmen Bahari
  • 1 USB Kingston 1 GB

2 orang Pemenang tambahan akan mendapat:

  • Premium Membership kayakarya.com selama 1 tahun – “Free Featured” di halaman home.
  • 1 Malam menginap di Apartmen Bahari
  • 1 USB Kingston 1 GB

Syarat Peserta:

  • Foto yang digunakan untuk “Jakarta Photo Manipulation Competition” adalah foto dengan tema “Jakarta”
  • Foto yang digunakan untuk “Jakarta Photo Manipulation Competition” adalah foto yang diambil sendiri.
  • Foto yang disertakan ke kompetisi “Jakarta Photo Manipulation Competition” harus dimuat ke portfolio masing-masing di kayakarya.com & di blog masing-masing peserta
  • Memakai tag atau judul “Jakarta Photo Manipulation Competition – kayakarya.com – Direktori Jasa Kreatif Indonesia”

Cara Mengirimkan Foto:

  1. Peserta harus mengirimkan url (alamat) halaman blog & portfolionya di kayakarya.com ke email b4nch4@gmail.com dengan Subject: “Jakarta Photo Manipulation Competition”
  2. Dalam email tersebut peserta mencantumkan:
    • Nama
    • Usia
    • Alamat
    • HP
  3. Dengan mengirimkan email ikut serta pada kontes ini, peserta otomatis menyatakan kalau tulisan yang dikirimkannya adalah asli karya sendiri bukan merupakan hasil plagiat.

sumber :  kayakarya.com





Pesan Tiket KA Lewat Telepon

3 07 2009

Layanan Pemesanan Tiket Kereta Api lewat Telepon merupakan terobosan bagus yang dicanangkan oleh PT. KAI. Kita sebagai penumpang tidak harus datang ke stasiun atau tempat pemesanan tiket sehingga tidak perlu berdesak-desakan dan antri. Dengan pemesanan ini, kita bisa menghemat waktu.  Anda bisa pesan tiket dengan menghubungi nomor 13897. Pembayaran bisa menggunakan ATM.

Pertama kali telepon ke nomor itu, kita akan disambut oleh operator yang menanyakan mau menggunakan kereta api apa, tujuan darimana ke mana, dan jam berapa. Setelah kita jawab pertanyaan itu, kita akan menunggu sampai operator menjelaskan kursi yang akan kita tempati, di gerbong berapa, harganya berapa. setelah itu kita akan ditanya nama dan nomor telepon serta alamat sesuai KTP. Data itu akan disimpan di database (saya berharap dengan sudah disimpannya data itu di database akan mempercepat proses transaksi di kemudian hari). OK. Data pribadi sudah disimpan dan informasi tiket yang kita pesan. Kemudian, operator akan membacakan kembali segala informasi yang telah kita sebutkan sebelumnya plus kode pemesanan. Jika kita mengiyakan informasi tersebut maka selesailah transaksi itu. Total waktu bicara kurang lebih 6-7 menit. Selang beberapa menit, kita dikirimi SMS yang berisi nama kereta api, nomor tempat duduk dan gerbongnya, jumlah harga, dan kode pembayaran. Barulah kita bisa bayar tiket itu ke ATM terdekat. Untuk mendapatkan tiket asli, kita tinggal menyerahkan struk ATM di loket penukaran tiket. Benar-benar membantu.

Dari pengalaman pertama itu, saya merasa sangat terbantu. Sayangnya pulsa yang dikenakan kok cukup mahal ya. Waktu bicara 6-7 menit memakan pulsa 20 ribuan. Kalau di rata-rata 1 menit = 2.500 an. Mahal juga ya.  Tapi kenapa bisa semahal itu? Selanjutnya hingga saat ini saya sudah 4x pesan tiket kereta api lewat telepon (sambil berharap waktu pembicaraan lebih cepat karena data saya sudah disimpan di database).  Pulsa yang termakan sama 20 ribuan dan waktu bicara juga sama 6-7 menit. Ternyata tidak ada perubahan dalam hal transaksi. Pertanyaan yang diajukan operator juga sama seperti pengalaman pertama. Apakah prosedurnya seperti itu. Kalau memang seperti itu, menurut saya pelayanannya belum prima. Seharusnya bisa lebih cepat mengingat data pribadi sudah tersimpan di database. Jadi tidak perlu tanya alamat lengkap cukup nama dan nomor telepon cukup maka akan muncul data pribadi. Apalagi setelah transaksi di telepon kita dikirimi SMS berisi informasi pemesanan tiket.  Saya sebagai pelanggan kan ingin proses cepat mungkin Anda juga berpikiran seperti itu.

Pernah suatu kali saya yang terburu-buru karena suatu kegiatan dan punya sedikit waktu untuk pesan tiket (berharap tiket belum habis) melakukan pemesanan tiket lewat telepon ini. Prosedurnya sama seperti pengalaman pertama. Waktu itu saya langsung to the point mengatakan ke operator bahwa data saya sudah disimpan di database tidak perlu lagi tanya-tanya dan tolong segera diproses transaksinya. Dan ternyata operator bisa cepat melanjutkan transaksi dan segera dapat SMS info pemesanan tiket. Rekor baru dalam pemesanan tiket lewat telepon membutuhkan waktu kurang lebih 4 menit. Saya rasa layanan ini bisa cepat kok.

Layanan sudah OK. Kalau boleh beri masukan untuk pelayanan ini ya tolong prosesnya lebih cepat dengan memanfaatkan database dengan baik untuk mendapatkan data pelanggan. Pulsa juga jangan terlalu mahal (1 menit lebih dari 2 ribu). Beberapa pengalaman dari beberapa orang sepakat bahwa pulsa untuk layanan ini cukup mahal.  Semoga ada perubahan  dalam pelayanan ini menjadi lebih baik sehingga kita pun sebagai pelanggan bisa mengacungkan 2 jempol jari kepada PT. KAI. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya..





Lagu ‘Ben’ Peninggalan Michael Jackson

2 07 2009

Heboh sekali masyarakat di dunia mendengar kabar meninggalnya icon musik Pop, Michael Jackson. Walaupun perjalanan hidupnya penuh kontroversial, namun hasil karyanya masih dinikmati banyak orang. Apalagi pasca meninggalnya dia, lagu-lagu yang dinyanyikan olehnya banyak diburu oleh penggemarnya. Teman kantor saya pun tidak ketinggalan mencari lagu-lagu populer yang dinyanyikan Jacko semenjak masih remaja hingga dewasa.

Satu lagu yang diputer di komputer teman judulnya ‘Ben’. Lagunya enak didengar, slow dan mengena di hati (enak juga buat pengantar tidur). Saya pernah dengar lagu ini sebelumnya, dan saya tidak menyangka ternyata lagu ‘Ben’ awalnya dinyanyikan oleh Jacko waktu remaja. Saya kira dulu yang menyanyi anak kecil yang suaranya bagus. Selain Jacko,  grup musik Boyzone juga menyanyikan lagu ini (saya lebih suka yang nyanyiin Boyzone). Boyzone inilah yang memperkenalkan saya dengan ‘Ben’ (dulu saya punya kaset nya, jaman SMA).

Saya penasaran untuk mencari penyanyi lain yang menyanyikan ‘Ben’. Dan ketemulah dengan grup band Me First And The Gimme Gimme. Hmmm… Nama yang aneh dan unik. Band ini membawakan ‘Ben’ ala aliran musiknya sendiri yaitu punk rok. Hasilnya pun tidak mengecawakan cukup baik untuk di dengar.

Setelah didengar ada karakteristik masing-masing lagu. Jacko menyanyikan dengan suara khasnya secara solo dan terdengar menyayat-nyayat. Boyzone lebih hidup karena diiringi dengan backing vokal dan musik yang memeriahkan suasana. Dan Me First and The Gimme Gimme (sekali lagi nama yang aneh, panjang lagi) membawa lebih nge-rock sehingga nuansa melow hilang seketika itu. Penasaran dengan lagunya? Ini dia lagunya

Dengerin lagu kurang lengkap kalau tidak ada liriknya. Sekalian bisa ikut nyanyi, dijamin semua suka.

Ben, the two of us need look no more
We both found what we were looking for
With a friend to call my own
I’ll never be along
And you, my friend, will see
You’ve got a friend in me
Ben, you’re always running here and there
You feel you’re not wanted anywhere
If you ever look behind
And don’t like what you find
There’s one thing you should know
You got a place to go

I used to say “I” and “Me”
Now it’s “Us:, Now it’s “We”
[Repeat]

Ben, most people would turn you away
I don’t listen to a word they say
They don’t see you as I do
I wish they would try to
I’m sure they’d think again
If they had a friend like Ben…